NTT dikenal sebagai provinsi dengan kualitas pendidikan yang sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat NTT terhadap pentingnya dunia pendidikan. Alih-alih  atas ketidaksadaran tersebut merembet sampai ke para pendidik yang tidak menunjukkan karakter cinta akan pekerjaannya. Pendidik merasa bahwa pekerjaan yang digelutinya hanya sebagai sebuah pilihan untuk menunjang perekonomian keluarga. Hal ini yang sering membuat para pendidik melakukan tindakan kekerasan pada siswa. Itu yang saya rasakan pada saat saya bersekolah dulu.
Terpanggil menjadi seorang pendidik bukan sebuah hal yang mudah walaupun sudah mendapat pelatihan berulang kali. Itulah yang saya peroleh ketika saya terjun dalam dunia pendidikan secara langsung di SMAKr. Pandhega Jaya. Apa yang saya alami saat bersekolah dulu, tidak lagi terlihat di lingkungan ini, tindakan kekerasaan, segala yang mengandung unsur SARA tak pernah nampak lagi, hal ini yang membuat saya merasa nyaman berada di Pandhega Jaya. Sudah lebih dari setahun saya berada dalam lingkungan yang penuh keberagaman baik dari segi kebudayaan maupun kehidupan sosialnya. Tidak hanya siswa yang memiliki keberagaman budaya dan karakter tetapi para tim pendidik pun berasal dari berbagai suku dan budaya yang ada di NTT maupun dari luar NTT. Ini menjelaskan bahwa perbedaaan dalam lingkungan Pandhega Jaya bukanlah suatu alasan untuk menghalangi pendidikan di NTT tetapi menjadi sebuah inspirasi bagi saya untuk terus berusaha menjadi seorang pendidik yang profesional dan melayani dengan kerendahan hati bagi daerah saya ini.
Selain mengenal keberagaman budaya, saya juga belajar untuk memahami karakter masingmasing siswa yang khas dan unik. Hal ini yang terus memberi semangat bagi saya untuk terus mengenal setiap pribadi siswa dan memahami apa yang dibutuhkan oleh mereka. Di SMAKr. Pandhega Jaya ini, saya merasa tertuntut untuk dapat memahami diri sendiri dan orang disekitar saya tanpa memandang siapa dan bagaimana orang tersebut. Saya juga belajar untuk mengenal karakter saya sendiri dan memperlengkapi diri dengan firman Tuhan sebagai dasar dan pedoman untuk mendidik siswa.
Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena sudah menempatkan saya dalam keluarga dan lingkungan Pandhega Jaya. Saya merasa sangat beruntung dan mendapat banyak pengalaman selama saya bersama dengan keluarga baru saya ini, saya banyak belajar bahwa semua yang saya dapatkan selama ini adalah kasih dan anugerah dari Tuhan saja. Saya berharap SMAKr. Pandhega Jaya ini bisa membangkitkan pendidikan di NTT dan dapat bersaing dengan provinsi lainnya di Indonesia. Pandhega Jaya teruslah berjaya hingga akhir nanti, saya bangga bisa menjadi bagian dari pembangun NTT.