POS-KUPANG.COM, KUPANG — Kedatangan rombongan dari Komunitas Kupang Pung Koi (KPK) yang dipimpin David Fulbertus di Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Pendhega Jaya Kupang, Sabtu (1/8/2015), membawa makna bagi para siswa setempat.

Bagaimana tidak, visi sekolah yakni menjadikan siswa sebagai pemimpin masa depan itu sangat ‘nyambung’ dengan kehadiran komunitas KPK.

Bagaimana tidak, anggota komunitas itu adalah wirausahawan muda alias pengusaha muda yang sukses di Kota Kupang.

Kepada para siswa/i itu, anggota KPK sharing pengalaman dan membagikan kiat menjadi wirausaha yang sukses. Mereka menekankan bahwa kelak ijazah bukan satu-satunya modal untuk mencari pekerjaan dan kesuksesan, tetapi bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk menghidupi diri sendiri dan orang lain, itulah yang penting.

Dalam kungjungan itu, KPK memberikan ratusan majalah dan buku-buku pengetahuan umum dan para siswa/i membalas dengan menghadiahkan bunga mawar yang terbuat dari kertas koran.

Belum banyak orang yang mengenal SMAK Pandhega Jaya yang berada di Tilong, Kabupaten Kupang, itu. Padahal sekolah yang baru dibangun sejak tahun 2014 itu memiliki visi misi yang cemerlang.

Kepala SMAK Pandhega, Devi Dwi D Gitaprajna, mengatakan, visi SMAK Pandhega Jaya yakni mempersiapkan siswa/i menjadi calon pemimpin yang cakap, berintegritas, penuh pengertian dan mencintai bangsa. Kerinduan kami supaya anak-anak yang bersekolah di sini, setelah berhasil nanti, mereka bisa kembali dan membangun daerahnya masing-masing untuk kemajuan daerahnya, NTT dan bangsa Indonesia,” kata Devi.

Perekrutan dilakukan berdasarkan kuota 25 orang per angkatan. Kuota dibagi merata untuk setiap kabupaten di NTT. “Saat ini kami baru merekrut siswa/i dari Alor, Rote dan Sumba. Ke depan akan direkrut 5 orang per kabupaten dengan tujuan supaya NTT secara merata dibangun pendidikannya lebih dari itu, kita semua bisa bersatu dari berbagai macam suku untuk membangun Bangsa Indonesia ini,” kata Devi.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Samuel Pura Ngunju Meha, mengatakan, KBM di sekolah dilakukan Senin hingga Jumat. Pada hari Sabtu difokuskan pada kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan menarik, dilakukan Senin malam yakni jadwal reading time selama satu jam. Saat itu siswa/i diajak membaca buku dan majalah berisi pengetahuan umum. Setelah membaca, mereka wajib membuat risalah dan diperiksa oleh guru pengawas.

“Karena sebagian besar siswa/i berasal dari desa dan cara berbicara (publik speaking) belum terlalu baik. Hal ini terjadi karena mereka kurang membaca sehingga ada jadwal reading time disini untuk bisa menambah kosakata dan juga melatih mereka bicara dengan baik,” kata Meha.

Pada hari Kamis, dilakukan visitasi visi guna menanamkan nilai-nilai positif untuk membangun karakter yang baik. Meski tinggal di asrama sekolah bersama 20-an guru, siswa/i selalu ada waktu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Di sela waktu senggang, mereka menanam sayur dan kacang-kacangan dan hasilnya untuk dikonsumsi dan sisanya dijual kepada masyarakat sekitar. “Disitulah mereka belajar bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan sekaligus melatih jiwa wira usahanya,” kata Meha.

Guru bahasa Inggris, Jeni Mau, menerapkan ‘english day’ selama beberapa hari seminggu. “Minimal kami disini sudah mulai bercakap-cakap dengan bahasa Inggris,” kata Jeni. Bahkan ada jadwal ‘English Area’ yang dibuat di dapur. Sehingga setiap anak yang ke dapur wajib berbahasa Inggris.

Ketua KPK, David, mengatakan, ke depan anggota KPK akan bergantian memberikan inspirasi bagi siswa/i. “Kami akan berbagai ilmu bercocok tanam agar siswa/i bisa swadaya dan mengelola lahan di sini dan hasilnya bisa untuk membiayai semua kebutuhan disini. Kami juga akan memberikan ekstra kokurikuler musik Sasando, juga sepakbola,” kata David.

 

Disadur dari: http://kupang.tribunnews.com/2015/08/09/ingin-jadi-pengusaha-sukses

KamiPengusaha1

KamiPengusaha2